Perdana Mentri yang Pernah Menjabat di Indonesia

1
284

 

Posisi Perdana Menteri baru diatur oleh UUD semenjak tahun 1950 dengan Pasal 52 UUD Sementara 1950. Namun demikikian semenjak tahun 1945 Perdana Menteri dipilih untuk memimpin kabinet. Perdana Menteri, dipilih oleh Presiden, ditugaskan untuk menangani bisnis rutin pemerintah dan yang bertanggung jawab atas Kabinet, yang bertanggung jawab kepada Presiden dan Wakil Presiden.

Perdana Menteri bertanggung jawab kepada Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) atau Dewan Perwakilan Rakyat Sementara (DPRS) dan harus berkonsultasi dengan Presiden sebelum membuat keputusan besar, Jika Perdana Mentri berselisih (berkonflik) dengan KNIP atau Presiden dia bisa digantikan oleh yg lain.

Pada 5 Juli 1956 UUD RIS 1950 digantikan kembali dengan UUD 1945 ini menghapus Landasan Konstitusional Perdana Mentri. Namun, pada tanggal 9 Juli tahun yang sama, Sukarno mengambil jabatan Perdana Menteri selain Kepresidenan, kemudian menggunakan kalimat “Saya Menteri Presiden dan Perdana” sebagai pesan yang dominan dalam pidato-pidatonya setelah kudeta yang gagal terhadap pemerintah pada tahun 1965. Disadur dari wikipedia.org berikut daftar nama Perdana Mentri yang bernah Menjabat Di Indonesia :

Era Perjuangan Kemerdekaan

1. Sutan sjahrir (14 november 1945 – 03 juli 1947)
Seorang intelektual, perintis, dan revolusioner kemerdekaan Indonesia.Setelah Indonesia merdeka, ia menjadi politikus dan perdana menteri pertama Indonesia. Ia menjabat sebagai Perdana Menteri Indonesia dari 14 November 1945 hingga 20 Juni 1947. Syahrir mendirikan Partai Sosialis Indonesia pada tahun 1948. Ia meninggal dalam pengasingan sebagai tawanan politik dan dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta. Sutan Syahrir ditetapkan sebagai salah seorang Pahlawan Nasional Indonesia pada tanggal 9 April 1966 melalui Keppres nomor 76 tahun 1966

2. Amir Syarifoedin (11 november 1947 – 29 januari 1948)
lahir di Medan, Sumatera Utara, 27 April 1907 – meninggal di Surakarta, Jawa Tengah, 19 Desember 1948 pada umur 41 tahun) adalah seorang politikus sosialis dan salah satu pemimpin terawal Republik Indonesia. Ia menjabat sebagai Perdana Menteri ketika Revolusi Nasional Indonesia sedang berlangsung.

3 Mohammad Hatta (29 Januari 1948 – 06 September 1950)
Dr.(HC) Drs. H. Mohammad Hatta (lahir dengan nama Mohammad Athar, populer sebagai Bung Hatta; lahir di Fort de Kock (sekarang Bukittinggi, Sumatera Barat), Hindia Belanda, 12 Agustus 1902 – meninggal di Jakarta, 14 Maret 1980 pada umur 77 tahun) adalah pejuang, negarawan, ekonom, dan juga Wakil Presiden Indonesia yang pertama. Ia bersama Soekarno memainkan peranan penting untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda sekaligus memproklamirkannya pada 17 Agustus 1945. Ia juga pernah menjabat sebagai Perdana Menteri dalam Kabinet Hatta I, Hatta II, dan RIS. Ia mundur dari jabatan wakil presiden pada tahun 1956, karena berselisih dengan Presiden Soekarno. Hatta juga dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia.

4. Soesanto Tirtoprojo (20 Desember1949 – 21 Januari 1950)
Mr. Soesanto Tirtoprodjo (lahir di Solo, Jawa Tengah pada tahun 1900 – meninggal pada tahun 1969) adalah negarawan Indonesia yang pernah duduk sebagai Menteri Kehakiman dalam enam kabinet yang berbeda, mulai Kabinet Sjahrir III sampai Kabinet Hatta II.

5. Abdul Halim (21 januari 1950 – 06 September 1950 )
Abdul Halim (ejaan lama: Abdoel Halim) (lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, 27 Desember 1911 – meninggal di Jakarta, 4 Juli 1987 pada umur 75 tahun) adalah Perdana Menteri Indonesia pada Kabinet Halim (1949) yang memerintah ketika Republik Indonesia menjadi bagian Republik Indonesia Serikat.

Era Demokrasi Parlemen

1. Muhammad Natsir (06 septermber 1950 – 27 April 1951)
Mohammad Natsir (lahir di Alahan Panjang, Lembah Gumanti, kabupaten Solok, Sumatera Barat, 17 Juli 1908 – meninggal di Jakarta, 6 Februari 1993 pada umur 84 tahun) adalah seorang ulama, politisi, dan pejuang kemerdekaan Indonesia. Ia merupakan pendiri sekaligus pemimpin partai politik Masyumi, dan tokoh Islam terkemuka Indonesia. Di dalam negeri, ia pernah menjabat menteri dan perdana menteri Indonesia, sedangkan di kancah internasional, ia pernah menjabat sebagai presiden Liga Muslim se-Dunia (World Muslim Congress) dan ketua Dewan Masjid se-Dunia.

2. Soekiman Wirjosandjojo (27 April 1951 – 3 april 1952)
Soekiman Wirjosandjojo (Surakarta, Jawa Tengah, 1898-1974) adalah Perdana Menteri Indonesia yang menjabat pada 27 April 1951 – 3 April 1952 dan memimpin kabinet yang dikenal dengan nama Kabinet Sukiman-Suwirjo. Sukiman adalah tokoh politik dan pejuang kemerdekaan Indonesia yang juga dikenal sebagai tokoh Masyumi.

3 Wilopo (03 April 1952 – 30 juli 1952)
Wilopo (lahir di Purworejo, 21 Oktober 1909 – meninggal di Jakarta, 20 Januari 1981 pada umur 71 tahun) adalah Perdana Menteri Indonesia ke-7 yang menjabat pada 3 April 1952 – 30 April 1953 dan memimpin kabinet yang dikenal dengan nama Kabinet Wilopo.

4. Ali SastroAmidjojo (30 Juli 1953 – 12 Agustus 1955 dan 24 Maret 1456 – 09 April 1957)
Ali Sastroamidjojo, SH (EYD: Ali Sastroamijoyo) (lahir di Grabag, Magelang, 21 Mei 1903 – meninggal di Jakarta, 13 Maret 1976 pada umur 72 tahun) adalah tokoh politik, pemerintahan, dan nasionalis. Ia mendapatkan gelar Meester in de Rechten (sarjana hukum) dari Universitas Leiden, Belanda pada tahun 1927. Ia juga adalah Perdana Menteri Indonesia ke-8 yang sempat dua kali menjabat pada periode 1953-1955 (Kabinet Ali Sastroamidjojo I) dan 1956-1957 (Kabinet Ali Sastroamidjojo II).

5. Burhanudin Harahap (12 agustus 1955 – 24 Maret 1956)
Burhanuddin Harahap (ejaan lama: Boerhanoeddin Harahap) (lahir di Medan, Sumatera Utara 1917 – Jakarta, 14 Juni 1987), ayahnya seorang Jaksa di Medan Sumatra Utara, bernama Junus Harahap adalah Perdana Menteri Indonesia ke-9 yang bersama Kabinet Burhanuddin Harahap memerintah antara 12 Agustus 1955 sampai 24 Maret 1956. Pada masa jabatannya menjadi Perdana Menteri tahun 1955 dilaksanakan Pemilihan Umum (Pemilu) di Indonesia yang pertama kali sejak masa kemerdekaan. Pemilu ini juga merupakan satu-satunya Pemilu yang pernah dilaksanakan pada masa Pemerintahan Presiden Soekarno.

6 . Djuanda Kartawidjaja (09 april 1957 – 09 Juli 1959)
Ir. Raden Haji Djoeanda Kartawidjaja (ejaan baru: Juanda Kartawijaya, lahir di Tasikmalaya, Hindia Belanda, 14 Januari 1911 – meninggal di Jakarta, 7 November 1963 pada umur 52 tahun) adalah Perdana Menteri Indonesia ke-10 sekaligus yang terakhir. Ia menjabat dari 9 April 1957 hingga 9 Juli 1959. Setelah itu ia menjabat sebagai Menteri Keuangan dalam Kabinet Kerja I.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here