Mohammad Hatta Dijuluki Ghandi Of Java

dalam kereta di tokyo

2
176
Sumber : Istimewa

“Are you Ghandi Of Java?” Tanya sepasang suami istri Jepang kepada Mohammad Hatta pada pertengahan bulan April 1933 didalam gerbong kereta menuju Tokyo

Hatta Tersenyum ringan “Pers Jepang menyebut aku begitu. Kami ini orang Indonesia.” Jawabnya

Sejak awal kedatangannya ke Negeri Jepang di awal Maret 1933 Hatta menjadi pemberitaan berbagai surat kabar di Jepang yang menyebut Hatta sebagi “Ghandi Of Java”.

Tujuan Mohammad Hatta Ke Jepang

Hatta sempat ragu pergi ke Jepang. Saat itu partainya, Partai Pendidikan Nasional Indonesia (PNI Baru) sedang bersitegang dengan Partai Indonesia (Partindo) besutan Soekarno. Perihal perbedaan pandangan mengenai Non – Cooperation diantara kedua partai.

Meski demikian kawan-kawannya di PNI tidak keberatan dengan kepergian Hatta ke Jepang. Mereka beralasan dengan Hatta pergi kejepang, Hatta dapat mengamati gerakan fasisme yang tengah tumbuh dan memperkuat kedudukan militer yang tengah berkuasa di Jepang saat itu.

Jadilah Hatta pergi ke Jepang memenuhi permintaan Mak Etek Ayub Rais rekannya. Mak Etek Ayub Rais meminta Hatta menjadi penasehat hubungan dagang Firmanya dengan saudagar-saudagar di negeri matahari terbit.

Non – Cooperation

Baca Juga : Untuk Negeriku, Otobiografi Bung Hatta

Kenapa Ghandi of Java? Gerakan non – cooperation yang dilakukan oleh Hatta di Indonesia menjadi alasan pers Jepang menyebut Hatta sebagai Ghandi of Java. Gerakan non – cooperation hampir serupa dengan gerakan Ghandi di India yang sudah memulai gerakan Non – cooperation untuk menentang Imperialisme Inggris di India tiga tahun sebelum gerakan non – cooperation muncul di Indonesia

Meski demikian gerakan non – cooperation di Indonesia bukanlah bagian non – cooperation Ghandi di India. Hatta menyebut non – cooperation di India banyak terpengaruh oleh agama Hindu (ashimsa) sementara di Indonesia dasarnya semata-mata adalah politik, namun sifatnya sama yaitu membangun negara dalam negara. Non – cooperation memperkuat kepercayaan rakyat kepada tenaga sendiri.

Kecurigaan Hatta

Keberadaan Hatta di negeri samurai hendak dimanfaatkan Jepang yang baru memiliki cita-cita Imperialisme. Hal ini muncul di benak Hatta yang merasa heran dengan perlakuan surat kabar – surat kabar Jepang yang memuat berita dan gambar Hatta didalamnya.

Kecurigaan ini terbukti dengan undangan dari Wakil Ketua Parlemen yang ia penuhi. Pembicaraan dengan Wakil Ketua Parlemen berbelok kearah politik dan Imperialisme. Setelah undangan tersebut disusul dengan undangan dari wali kota dan tawaran untuk bertemu dengan Jendral Araki namun tidak Hatta Penuhi sampai kembali ke Indonesia.

Hatta yang menjadi tokoh pergerakan di Indonesia menarik Jepang untuk mendekati dan menarik simpatinya. Meski demikian Tokoh yang kemudian menjadi Proklamator dan menjabat sebagai Wakil Presiden dan Perdana Menteri INI tidak bersedia di alatkan oleh imperialisme Jepang.

Sumber : Buku Berjuang dan Dibuang. Untuk Negriku sebuah otobiografi

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here