Agar Sukses Akademik dan Organisasi di Kampus

0
186
Sumber : Istimewa

Permasalahan seorang aktifis Organisasi, baik di dunia Kuliah maupun di sekolah adalah kerap kali tidak seimbangnya antara perkuliahan dan organisasi. Tidak jarang seorang aktifis harus mengulang mata kuliah/pelajaran. Mendapat nilai dibawah rata-rata dan harus remidi, atau mendapat IPK satu koma? Tapi memang bernar demikian kah? Prestasi di organisasi tidak bisa sejalan dengan pretasi akademik? dilansir dari buku Inspirasia Flava karya Ridwansyah Yusuf Ahmad, simak beberapa pembahasan berikut :

Semua adalah soal presepsi kita

Jika kita berkeyakinan bahwa kita bisa sukses dan berkontribusi secara optimal di organisasi sambil tetap meraih nilai memuaskan, maka yakinilah, hal tersebut akan menjadi kenyataan. Inilah langkah penting dalam memulai keseimbangan ini. Pikirkan. Lalu tuliskan atau lukiskan keinginanmu Kemudian internalisasikan secara mendalam dalam hati dan pikiranmu.

Ada sebuah kisah unik tentang seorang mantan presiden Amerika Serikat. Sebelum menjadi presiden, ia telah menempelkan gambar White House di langit-langit kamarnya sejak usia belasan tahun. Setiap pagi ketika bangun tidur ia melihat gambar itu sehingga gambar White House terinternalisasi dalam pikirannya. Beberapa tahun kemudian ternyata ia berhasil menjadi presiden Amerika Serika

Fokuslah pada apa yang sedang kita lakukan!

Sering kali tantangan yang kita hadapi adalah, ketika sedang berkuliah, pikiran kita justru berada pada tanggung jawab organisasi. Sementara itu ketika sedang rapat, pikiranmu justru memikirkan tugas kuliah. Di sinilah terjadi yang Ridwansya Yusuf Ahmad sebut diskoneksi antara tubuh dan jiwa, atau separasi antara pikiran dan otak. Apa akibatnya? Akibat yang cukup sering kita temuai adalah tetidak optimalan kita dalam kedua hal tersebut. Oleh karena itu, kita bisa memulainya dengan menyingkirkan hal-hal yang bisa menggangu fokus pikiranmu. Seperti, ketika kuliah atau belajar, maka mobile phone bisa dinon-aktifkan, catatan-catatan yang tidak berhubungan dengan kuliah bisa disingkirkan. Menghilangkan hal yang tidak berhubungan dengan apa yang kita lakukan dari pandangan kita akan sangat membantu memusatkan fokus kita terhadap hal yang kita lakukan tersebut.

Perhatikan dan Catat!

Membiasakan diri memperhatikan apa yang dosen ajarkan di kelas serta mencatat materi yang dianggap penting bisa memudahkan kita untuk memahami materi kuliah. Kadang kala dengan memperhatikan dosen saja sudah cukup membuat kita mampu memahami pelajaran. Apalagi bila dilengkapi dengan catatan pribadi perkuliahan, tentunya itu akan lebih memudahkan kita untuk mengulang kembali pelajaran di kelas. Keuntungan lainnya, kita juga jadi tidak tergantung pada catatan orang lain. Sesekali jangan enggan untuk bertanya pula jika ada topik yang tidak dimengerti. Justru dengan bertanyalah kamu jadi lebih mudah mengingat materi yang dipelajari karena hal tersebut menjadi lebih bermakna.
Dengan kita memperhatikan apa yang disampaikan dosen ini juga akan menjadi credit postifi kita dimata dosen. Bahwa seorang aktifis juga tetap berperilaku yangbaik di kelas.

Sediakan Alokasikan Waktu khusus untuk Belajar

Alokasikanlah waktu belajar secara rutin setiap hari, apakah itu di waktu pagi, siang ataupun malam. Tepatnya, alokasikan waktu khusus untuk belajar di waktu luang. Belajar yang saya maksud di sini bukanlah mengerjakan tugas, melainkan betul-betul belajar. Membaca atau latihan soal terkait mata kuliah tertentu, sehingga saat menjelang ujian kamu tidak perlu lagi menggunakan sistem kebut semalam yang membuat hasil ujianmu tidak optimal. Bisa dikatakan bahwa salah satu inti cara menyeimbangkan kegiatan akademis dan dakwah adalah pada proses belajar rutin ini. Memang pada awalnya akan butuh perjuangan supaya kita bisa selalu konsisten. Tetapi jika sudah bisa dijadikan suatu kebiasaan, maka manfaatnya akan langsung kita rasakan.

Jangan Pernah Menunda!

Jangan pernah menunda tanggung jawab dakwah atau tugas kuliah karena hal itu akan berefek buruk pada agenda-agenda yang lain. Sebutlah kamu menunda suatu kegiatan satu hari saja, maka tugas yang dapat kamu lakukan pada keesokan harinya juga akan ikut tertunda. Poin penting dalam keharusan untuk mengerjakan sebuah tanggung jawab sesegera mungkin ini adalah karena kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok, tantangan apa yang akan datang besok, dan tugas apa lagi yang akan diberikan kepadamu besok.

Pertimbangkan Kapasitas Dirimu!

Sesuaikan beban yang kamu emban dengan kapasitas dirimu. Jangan sampai berlebihan karena beban tanggung jawab yang berlebihan akan berdampak pada ketidakefisiensian kinerja, pembunuhan karakter, dan hasil yang tidak optimal. Bersikap bijaklah terhadap tanggung jawab yang diberikan. Terima tanggung jawab yang sesuai dengan diri, dan tolak tanggung jawab yang sekiranya terlalu membebani. Banyaknya jumlah tanggung jawab dalam satu waktu yang bersamaan juga perlu menjadi pertimbangan. Sesudah kamu memutuskan untuk menjalankan beberapa tanggung jawab dalam satu waktu tertentu, maka sudah menjadi tugasmu untuk memberikan yang hasil yang terbaik atas keputusan ini. Alokasikanlah waktu secara proporsional tergantung tingkat kepentingan dan keterdesakan setiap tanggung jawab. Simplenya jangan terima amana yang kamu sendiri tidak yakin untuk menjalankannya

Buat Agenda Harian!

Tools tambahan yang bisa digunakan untuk membantu keseimbangan kuliah dan dakwah adalah dengan mempunyai catatan khusus yang berisi jadwal harian dan pekanan, serta tidak lupa pula, to do list. Berilah tanda mana tanggung jawab yang sudah dikerjakan sehingga memudahkanmu untuk merencanakan langkah selanjutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here